(Refleksi Pernikahan MERTIN-ALEX)
DEPOK (NTT Darita) - Fotografer cantik Mertin Ngao Due akhirnya resmi menikah dengan Alexander Jose, seorang punggawa sepak bola asal NTT di Gereja Katedral Jakarta pada Sabtu (5/6) pekan lalu.
Fotografer cantik asal Ngada-Flores itu jadi idola pria-pria NTT di Jakarta sejak kemunculannya di lapangan bola Kopassus Cijantung, Jakarta Timur medio 2006, selain karena fotografer cantik ini punya rambut unik (ikal), panjang dan dipintal rapi, menambah pesona wajahnya yang manis.
Alex termasuk dari sekian banyak pria NTT yang langsung terpikat pada Mertin. Alex beruntung karena bisa memenangkan laga hidup mati, padahal rivalnya banyak pria ganteng dari kampung asalnya, Nagekeo.
Alex tentu punya kehebatan yang tidak kasat mata dilihat, kecuali Mertin. Sedangkan publik NTT di Jakarta begitu mengenal Alex (nama lengkap ALEXANDER JOSEF DJUWA DOBE NGOLE) sebagai sosok yang kalem, berwibawa, tapi rendah hati.
Pria kelahiran Boawae-Nagekeo ini adalah pelatih tim Persena Nagekeo Jakarta dengan prestasi terbaik, pernah meraih trofi juara 3 bagi tim Persena di turnamen sepak bola NTT-Jakarta.
Kamis, 10 Mei 2018
Jumat, 06 April 2018
PEMBANGUNAN EKONOMI DAN INFRASTRUKTUR
Oleh : Frans Dorelagu*)
Judul diatas adalah tema debat Pilkada NTT pada tanggal 5 April 2018 yang disiarkan langsung oleh iNews TV. Pembangunan ekonomi dan infrastruktur merupakan tema pertama yang diangkat dalam debat I, namun ada tema lain dalam debat ke II dan III, kita menunggu debat putaran berikutnya.
Hemat saya, dalam forum debat tadi malam ke empat paslon belum menunjukan pada penjabaran substansi pembangunan yang utuh, strategis, komprehensif, sinergis dan berdaya manfaat langsung bagi rakyat. Para kandidat masih bermain dalam tataran wacana walaupun rumusan atau konsep visi dan misi serta program yang mereka tawarkan berbingkai pembangunan.
Berbicara tentang pembangunan ekonomi dan infrastruktur tentu ada beberapa landasan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan. Ekonomi makro cakupan sangat dimensional dan luas, itu kewenangan negara untuk mengatur sistim pasar, kebijakan finansial, penurunan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan, sedangkan dalam ekonomi mikro lebih kepada bagaimana pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat sehari hari, bagaimana masyarakat diberdaya secara ekonomi sehingga terpenuhi akan harapan hidup yang lebih baik.
Kontur wilayah geografis NTT yang kering tidak lagi sebagai mitos tetapi realitas yang hadir didepan mata kita. NTT tergolong propinsi ke tiga termiskin di Indonesia setelah Papua, karena kita minim SDM dan SDA. Lalu bagaimana kebijakan landscape pembangunan yang layak diterapkan, ini dibutuhkan kajian yang matang dan komprehensif. Kita harus mampu memetakan dan merumus sebuah kebijakan berdasarkan keadaan wilayah geografis yang kurang profitable secara ekonomi, kita harus menentukan skala prioritas pembangunan yang lebih dibutuhkan, sehingga alokasi APBN dan PAD lebih efisien. Ini hanya bisa terwujut apabila kembali kepada pikiran manusia (Human Construction) yang sehat untuk menyehatkan daerahnya.
Judul diatas adalah tema debat Pilkada NTT pada tanggal 5 April 2018 yang disiarkan langsung oleh iNews TV. Pembangunan ekonomi dan infrastruktur merupakan tema pertama yang diangkat dalam debat I, namun ada tema lain dalam debat ke II dan III, kita menunggu debat putaran berikutnya.
Hemat saya, dalam forum debat tadi malam ke empat paslon belum menunjukan pada penjabaran substansi pembangunan yang utuh, strategis, komprehensif, sinergis dan berdaya manfaat langsung bagi rakyat. Para kandidat masih bermain dalam tataran wacana walaupun rumusan atau konsep visi dan misi serta program yang mereka tawarkan berbingkai pembangunan.
Berbicara tentang pembangunan ekonomi dan infrastruktur tentu ada beberapa landasan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan. Ekonomi makro cakupan sangat dimensional dan luas, itu kewenangan negara untuk mengatur sistim pasar, kebijakan finansial, penurunan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan, sedangkan dalam ekonomi mikro lebih kepada bagaimana pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat sehari hari, bagaimana masyarakat diberdaya secara ekonomi sehingga terpenuhi akan harapan hidup yang lebih baik.
Kontur wilayah geografis NTT yang kering tidak lagi sebagai mitos tetapi realitas yang hadir didepan mata kita. NTT tergolong propinsi ke tiga termiskin di Indonesia setelah Papua, karena kita minim SDM dan SDA. Lalu bagaimana kebijakan landscape pembangunan yang layak diterapkan, ini dibutuhkan kajian yang matang dan komprehensif. Kita harus mampu memetakan dan merumus sebuah kebijakan berdasarkan keadaan wilayah geografis yang kurang profitable secara ekonomi, kita harus menentukan skala prioritas pembangunan yang lebih dibutuhkan, sehingga alokasi APBN dan PAD lebih efisien. Ini hanya bisa terwujut apabila kembali kepada pikiran manusia (Human Construction) yang sehat untuk menyehatkan daerahnya.
Selasa, 03 April 2018
(buku) WASIAT JALAN: Menemukan Makna Hidup, Karya & Cinta..
DEPOK (NTT Darita) - Hidup bukan hanya tentang menjadi diri sendiri yang terbaik, tapi bagaimana memberi kebermaknaan pada sesama, semesta dan Tuhan. Karena boleh jadi apa yang kita lakukan hanyalah rencana kecil kita sendiri, dan Tuhan punya rencana jauh melebihi segala yang tak sanggup kita impikan.
Sebuah karya sederhana lahir dari permenungan atas setiap langkah yang diayun, dan setiap nafas yang terhembus cuma-cuma di mana saja. Begitu banyak orang tua, guru dan sahabat yang mengilhami lahirnya karya kecil ini. Maka pantaslah karya ini sebagai hutang atas semua kebaikan yang saya terima.
Sebuah karya sederhana lahir dari permenungan atas setiap langkah yang diayun, dan setiap nafas yang terhembus cuma-cuma di mana saja. Begitu banyak orang tua, guru dan sahabat yang mengilhami lahirnya karya kecil ini. Maka pantaslah karya ini sebagai hutang atas semua kebaikan yang saya terima.
Langganan:
Postingan (Atom)

