Sabtu, 06 Februari 2016

Pesta Reba: Untuk yang Muslim jangan kecewa

Fairyzie
JAKARTA (NTT Darita) - Keluarga besar Ngada di Jakarta sukses menggelar Pesta Reba kemarin (6/2) di anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pesta Reba telah digelar di Jakarta setiap tahun dalam tiga tahun terakhir ini. Yang spesial dari Pesta Reba tahun ini yakni pembangunan replika rumah adat (Sa'o Ngada) di anjungan NTT TMII.

Karena dengan ini (rumah adat), kami bisa melihat mahakarya nenek moyang dari dekat, tulis Hendrikus Yohanes di laman facebooknya.

Fairyzie menulis di blog pribadinya (fairyzie.blogspot.co.id) demikian. FYI, untuk yang Muslim jangan kecewa karena sebagian makanan yang tersedia (saat Pesta Reba) adalah haram. Makanan di Pesta Reba dikenal sebagai Maki Reba (nasi Reba).

Pengalaman saya mengikuti acara ini hanya makan nasi putih sebagai penghormatan kepada tuan rumah. Ada banyak pantangan, salah satunya tidak boleh menolak ajakan makan jika diundang oleh tuan rumah. Namun masyarakat sudah cukup maklum kalau tamunya hanya bisa makan nasi, dan mereka meminta maaf. Tidak ada paksaan untuk mengkonsumsi daging haram dan meminum 'moke'. Living in harmony, yeah! ^_^

Fairyzie menamakan dirinya Uge (gadis) kampung Langa saat menghadiri Pesta Reba di sebuah kampung di Ngada awal tahun 2015. Fairyzie melukiskan Pesta Reba sebagai upacara yang penuh sukacita, sebagai titik refleksi, kontemplasi serta reuni masyarakat.

Sehari sebelum perayaan Reba dimulai, dilaksanakan upacara pembukaan Reba (su‘i uwi). Pada malam su‘i uwi dilakukan acara makan minum bersama (ka maki Reba) sambil menunggu pagi. Pada pagi harinya, ketika upacara berlangsung, para tamu disediakan makanan dan minuman yang sudah matang dan siap dimakan. Reba adalah open house se-kampung! Semua rumah disediakan makanan dan minuman dan membebaskan siapa saja untuk datang dan makan bersama dalam suka cita. selama Reba berlangsung dapur terus mengebul dan masakan harus tetap ada untuk para tamu. (Fairyzie)


Jumat, 29 Januari 2016

Reba Jakarta & Sa'o Ngada


JAKARTA (NTT Darita) - Masyarakat Ngada di Jakarta akan menggelar Pesta Reba pada 6 Februari 2016, tahun yang ke-3 Pesta Reba diselenggarakan di anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sabtu, 23 Januari 2016

Presiden Jokowi & Tenun NTT

JAKARTA (NTT Darita) - Presiden Joko "Jokowi" Widodo ingin sejajarkan tenun ikat NTT dengan batik Jawa. "Tenun NTT bisa sejajar dengan batik, saya berusaha mulai dari istana. Mari jaga dan lestarikan," ujarnya.

Tenun NTT diminati Dunia Mode. Saya berupaya mendukung Tenun NTT Eksis hingga Dunia Internasional. Salah satu keberhasilan menjadi penerus leluhur NTT adalah dengan Melanjudkan kearifan lokal karya Leluhur, tulis Presiden Jokowi di akun facebook dan twitternya.

Jokowi juga mengatakan tenun ikat Flores itu unik, motifnya kaya dan nyaman dipakai.

Testimoni

George Soge Soo: Selain berbangga, kita perlu mengucapkan terima kasih kepada para penggiat tenun, kolektor dan pemerhati tenun ikat NTT, karena keja keras mereka, Bapak Presiden kita Jokowi mau mengenakan busana dengan bahan dasar tenun ikat Ende- Lio pada sebuah kesempatan penting.

Ada hal lain yang bisa kita petik adalah "Kesederhanaan". Kita tahu jenis tenun yang dipakai oleh RI1 ini adalah BUKAN dari jenis yang mahal seperti "Kelimara" atau jenis kain Nggela dan yang mahal lainnya dari Ende Lio atau jenis yang mahal dari Maumere.