Rabu, 31 Oktober 2018
Dukung Lagabelo dari NTT di Ajang The Voice Hari Ini
JAKARTA (NTT Darita) - The Voice Indonesia, satu–satunya ajang pencarian bakat di Indonesia yang menomorsatukan kualitas suara, akan digelar hari ini (1/11) di GTV, pukul 19.30 WIB. Saatnya para peserta berunjuk suara emas sambil berharap bisa meyakinkan Coach Anggun, Coach Armand, Coach Titi DJ dan Coach VidiNino.
Sabtu, 12 Mei 2018
Mari Mengenang Marianus Sae: Antisipasi Terhadap “Pilkada Borjuis”di NTT (part 4)
Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo*)
Pilkada Borjuis
Dengan kebijakan pro-rakyat yang ditunjukkan oleh MS selama masa kepemimpinannya di Ngada membuat banyak pihak, terutama rakyat kecil di NTT, cenderung melihat penangkapan MS dalam persiapannya menjadi gubernur NTT kali ini lebih merupakan persoalan politik dari pada persoalan hukum.
Pilkada Borjuis
Dengan kebijakan pro-rakyat yang ditunjukkan oleh MS selama masa kepemimpinannya di Ngada membuat banyak pihak, terutama rakyat kecil di NTT, cenderung melihat penangkapan MS dalam persiapannya menjadi gubernur NTT kali ini lebih merupakan persoalan politik dari pada persoalan hukum.
Jumat, 11 Mei 2018
Mari Mengenang Marianus Sae: Antisipasi Terhadap “Pilkada Borjuis”di NTT (part 3)
Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo*)
Mengapa MS lebih Pro-Rakyat?
Sebelum pristiwa penangkapan oleh KPK, dalam bursa pertarungan pemilihan gubernur kali ini, banyak pihak dan berdasarkan surveymemprediksikan MS(-Emi Nomleni) menjadi satu-satunya pesaing kuat kali ini melawan tiga kandidat yang lain yakni Esthon-Chris, Benny K Harman-Benny A Litelnoni, Viktor Bung Tilu Laiskodat-Yosef Nae Soi. Kekuatan MS (dan Emi Nomleni) satu-satunya adalah prestasi yang telah dilakukan di Ngada, yang mungkin tak bisa dibeli dengan uang oleh ketiga pasangan calon gubernur yang lain.
Mengapa MS lebih Pro-Rakyat?
Sebelum pristiwa penangkapan oleh KPK, dalam bursa pertarungan pemilihan gubernur kali ini, banyak pihak dan berdasarkan surveymemprediksikan MS(-Emi Nomleni) menjadi satu-satunya pesaing kuat kali ini melawan tiga kandidat yang lain yakni Esthon-Chris, Benny K Harman-Benny A Litelnoni, Viktor Bung Tilu Laiskodat-Yosef Nae Soi. Kekuatan MS (dan Emi Nomleni) satu-satunya adalah prestasi yang telah dilakukan di Ngada, yang mungkin tak bisa dibeli dengan uang oleh ketiga pasangan calon gubernur yang lain.
Mari Mengenang Marianus Sae: Antisipasi Terhadap “Pilkada Borjuis”di NTT (part 2)
Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo*)
Reaksi Masyarakat
Namun, peristiwa penangkapan MS oleh KPK membuat masyarakat NTT, terutama masyarakat kecil, terkesiap dari mimpi-mimpinya yang sudah terlanjur melekat dalam ingatannya tentang sosok MS sejauh ini. Ketika mendengar MS ditangkap KPK, misalnya, sekelompok rakyat kecil di kampung Ramba, salah satu pelosok di kabupaten Ngada, yang berbatasan dengan desa Tedamude Nagekeo, meratapi penangkapan itu bagai kebiasaan orang Flores meratapi kepergian sanak saudaranya ke alam keabadian.
Reaksi Masyarakat
Namun, peristiwa penangkapan MS oleh KPK membuat masyarakat NTT, terutama masyarakat kecil, terkesiap dari mimpi-mimpinya yang sudah terlanjur melekat dalam ingatannya tentang sosok MS sejauh ini. Ketika mendengar MS ditangkap KPK, misalnya, sekelompok rakyat kecil di kampung Ramba, salah satu pelosok di kabupaten Ngada, yang berbatasan dengan desa Tedamude Nagekeo, meratapi penangkapan itu bagai kebiasaan orang Flores meratapi kepergian sanak saudaranya ke alam keabadian.
Mari Mengenang Marianus Sae: Antisipasi Terhadap “Pilkada Borjuis”di NTT (part 1)
Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo *)
Ketika Marianus Sae (MS) ditangkap tangan oleh KPK pada tanggal 11 Februari 2018 di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan reaksi yang jamak dan cenderung saling berseberangan.
Ketika Marianus Sae (MS) ditangkap tangan oleh KPK pada tanggal 11 Februari 2018 di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan reaksi yang jamak dan cenderung saling berseberangan.
Kamis, 10 Mei 2018
Facesing Band: Mengampuni Istri, tidak mudah dan butuh waktu
(Refleksi Pernikahan MERTIN-ALEX)
DEPOK (NTT Darita) - Fotografer cantik Mertin Ngao Due akhirnya resmi menikah dengan Alexander Jose, seorang punggawa sepak bola asal NTT di Gereja Katedral Jakarta pada Sabtu (5/6) pekan lalu.
Fotografer cantik asal Ngada-Flores itu jadi idola pria-pria NTT di Jakarta sejak kemunculannya di lapangan bola Kopassus Cijantung, Jakarta Timur medio 2006, selain karena fotografer cantik ini punya rambut unik (ikal), panjang dan dipintal rapi, menambah pesona wajahnya yang manis.
Alex termasuk dari sekian banyak pria NTT yang langsung terpikat pada Mertin. Alex beruntung karena bisa memenangkan laga hidup mati, padahal rivalnya banyak pria ganteng dari kampung asalnya, Nagekeo.
Alex tentu punya kehebatan yang tidak kasat mata dilihat, kecuali Mertin. Sedangkan publik NTT di Jakarta begitu mengenal Alex (nama lengkap ALEXANDER JOSEF DJUWA DOBE NGOLE) sebagai sosok yang kalem, berwibawa, tapi rendah hati.
Pria kelahiran Boawae-Nagekeo ini adalah pelatih tim Persena Nagekeo Jakarta dengan prestasi terbaik, pernah meraih trofi juara 3 bagi tim Persena di turnamen sepak bola NTT-Jakarta.
DEPOK (NTT Darita) - Fotografer cantik Mertin Ngao Due akhirnya resmi menikah dengan Alexander Jose, seorang punggawa sepak bola asal NTT di Gereja Katedral Jakarta pada Sabtu (5/6) pekan lalu.
Fotografer cantik asal Ngada-Flores itu jadi idola pria-pria NTT di Jakarta sejak kemunculannya di lapangan bola Kopassus Cijantung, Jakarta Timur medio 2006, selain karena fotografer cantik ini punya rambut unik (ikal), panjang dan dipintal rapi, menambah pesona wajahnya yang manis.
Alex termasuk dari sekian banyak pria NTT yang langsung terpikat pada Mertin. Alex beruntung karena bisa memenangkan laga hidup mati, padahal rivalnya banyak pria ganteng dari kampung asalnya, Nagekeo.
Alex tentu punya kehebatan yang tidak kasat mata dilihat, kecuali Mertin. Sedangkan publik NTT di Jakarta begitu mengenal Alex (nama lengkap ALEXANDER JOSEF DJUWA DOBE NGOLE) sebagai sosok yang kalem, berwibawa, tapi rendah hati.
Pria kelahiran Boawae-Nagekeo ini adalah pelatih tim Persena Nagekeo Jakarta dengan prestasi terbaik, pernah meraih trofi juara 3 bagi tim Persena di turnamen sepak bola NTT-Jakarta.
Jumat, 06 April 2018
PEMBANGUNAN EKONOMI DAN INFRASTRUKTUR
Oleh : Frans Dorelagu*)
Judul diatas adalah tema debat Pilkada NTT pada tanggal 5 April 2018 yang disiarkan langsung oleh iNews TV. Pembangunan ekonomi dan infrastruktur merupakan tema pertama yang diangkat dalam debat I, namun ada tema lain dalam debat ke II dan III, kita menunggu debat putaran berikutnya.
Hemat saya, dalam forum debat tadi malam ke empat paslon belum menunjukan pada penjabaran substansi pembangunan yang utuh, strategis, komprehensif, sinergis dan berdaya manfaat langsung bagi rakyat. Para kandidat masih bermain dalam tataran wacana walaupun rumusan atau konsep visi dan misi serta program yang mereka tawarkan berbingkai pembangunan.
Berbicara tentang pembangunan ekonomi dan infrastruktur tentu ada beberapa landasan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan. Ekonomi makro cakupan sangat dimensional dan luas, itu kewenangan negara untuk mengatur sistim pasar, kebijakan finansial, penurunan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan, sedangkan dalam ekonomi mikro lebih kepada bagaimana pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat sehari hari, bagaimana masyarakat diberdaya secara ekonomi sehingga terpenuhi akan harapan hidup yang lebih baik.
Kontur wilayah geografis NTT yang kering tidak lagi sebagai mitos tetapi realitas yang hadir didepan mata kita. NTT tergolong propinsi ke tiga termiskin di Indonesia setelah Papua, karena kita minim SDM dan SDA. Lalu bagaimana kebijakan landscape pembangunan yang layak diterapkan, ini dibutuhkan kajian yang matang dan komprehensif. Kita harus mampu memetakan dan merumus sebuah kebijakan berdasarkan keadaan wilayah geografis yang kurang profitable secara ekonomi, kita harus menentukan skala prioritas pembangunan yang lebih dibutuhkan, sehingga alokasi APBN dan PAD lebih efisien. Ini hanya bisa terwujut apabila kembali kepada pikiran manusia (Human Construction) yang sehat untuk menyehatkan daerahnya.
Judul diatas adalah tema debat Pilkada NTT pada tanggal 5 April 2018 yang disiarkan langsung oleh iNews TV. Pembangunan ekonomi dan infrastruktur merupakan tema pertama yang diangkat dalam debat I, namun ada tema lain dalam debat ke II dan III, kita menunggu debat putaran berikutnya.
Hemat saya, dalam forum debat tadi malam ke empat paslon belum menunjukan pada penjabaran substansi pembangunan yang utuh, strategis, komprehensif, sinergis dan berdaya manfaat langsung bagi rakyat. Para kandidat masih bermain dalam tataran wacana walaupun rumusan atau konsep visi dan misi serta program yang mereka tawarkan berbingkai pembangunan.
Berbicara tentang pembangunan ekonomi dan infrastruktur tentu ada beberapa landasan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan. Ekonomi makro cakupan sangat dimensional dan luas, itu kewenangan negara untuk mengatur sistim pasar, kebijakan finansial, penurunan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan, sedangkan dalam ekonomi mikro lebih kepada bagaimana pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat sehari hari, bagaimana masyarakat diberdaya secara ekonomi sehingga terpenuhi akan harapan hidup yang lebih baik.
Kontur wilayah geografis NTT yang kering tidak lagi sebagai mitos tetapi realitas yang hadir didepan mata kita. NTT tergolong propinsi ke tiga termiskin di Indonesia setelah Papua, karena kita minim SDM dan SDA. Lalu bagaimana kebijakan landscape pembangunan yang layak diterapkan, ini dibutuhkan kajian yang matang dan komprehensif. Kita harus mampu memetakan dan merumus sebuah kebijakan berdasarkan keadaan wilayah geografis yang kurang profitable secara ekonomi, kita harus menentukan skala prioritas pembangunan yang lebih dibutuhkan, sehingga alokasi APBN dan PAD lebih efisien. Ini hanya bisa terwujut apabila kembali kepada pikiran manusia (Human Construction) yang sehat untuk menyehatkan daerahnya.
Selasa, 03 April 2018
(buku) WASIAT JALAN: Menemukan Makna Hidup, Karya & Cinta..
DEPOK (NTT Darita) - Hidup bukan hanya tentang menjadi diri sendiri yang terbaik, tapi bagaimana memberi kebermaknaan pada sesama, semesta dan Tuhan. Karena boleh jadi apa yang kita lakukan hanyalah rencana kecil kita sendiri, dan Tuhan punya rencana jauh melebihi segala yang tak sanggup kita impikan.
Sebuah karya sederhana lahir dari permenungan atas setiap langkah yang diayun, dan setiap nafas yang terhembus cuma-cuma di mana saja. Begitu banyak orang tua, guru dan sahabat yang mengilhami lahirnya karya kecil ini. Maka pantaslah karya ini sebagai hutang atas semua kebaikan yang saya terima.
Sebuah karya sederhana lahir dari permenungan atas setiap langkah yang diayun, dan setiap nafas yang terhembus cuma-cuma di mana saja. Begitu banyak orang tua, guru dan sahabat yang mengilhami lahirnya karya kecil ini. Maka pantaslah karya ini sebagai hutang atas semua kebaikan yang saya terima.
Selasa, 13 Maret 2018
Ate Lala (Hati Hancur) karena LALA
JAKARTA (NTT Darita) - Ate lala (hati hancur), tulis salah satu pria asal Nagekeo-Flores di akun facebooknya pagi ini, setelah tahu jika Marion Jola (Lala) tersingkir dari ajang Indonesia Idol tahun ini. Lala, penyanyi tenar asal Nusa Tenggara Timur (NTT), konsisten menampilkan yang terbaik di panggung RCTI setiap Senin malam hingga masuk babak Spekta ke-10 untuk enam kontestan (top-6).
Ari Lasso, Maia Estianty, dan Bunga Citra Lestari (BCL) sangat mengagumi Lala. Bagi Maia, Lala sudah punya aura star (bintang) yang luar biasa. Ari Lasso memuji Lala karena tampil santai, rileks, tapi sangat provokatif. Lala punya kelebihan saat eksekusi di panggung dan memikat perhatian semua orang. Lala steal the show (paling mencuri perhatian) saat tampil nyanyi trio bersama Ghea dan Abdul, ujar BCL.
How to be amazing on stage (bagaimana tampil memukau di panggung), itu perjuangan setiap Idol, kata Lala. "Indonesian Idol buat aku adalah media untuk menggapai mimpi aku. Perjuangan ikut idol itu susah..susah untuk survive. Sebagai Idol harus mengerti bagaimana di depan publik, how to be amazing on stage, how to be professional."
Sayang seribu sayang, lagu Anne-Maria (Ciao Adios) itu ternyata jadi masalah besar karena Lala kesulitan berimprovisasi akibat koreografi yang full (nyanyi sambil gerak/menari). Lala tampil sangat keren dan terbukti berhasil memicu semua yuri bangun memberi standing ovation.
Ciao Adios, artinya selamat tinggal dalam bahasa italia (ciao) juga spanyol (adios), benar-benar menghentikan langkah Lala di ajang Indonesia Idol. Lala tentu kecewa, tapi Lala adalah sosok yang kuat dan konsisten berjuang. Dia hanya menangis sesaat kemudian senyum dan ingat lagi pada Ujian Nasional.
"Aku akan kembali lagi dengan aku yang lebih baik. Tetap memperjuangkan harapan semua orang terhadap aku. Untuk lovers, terima kasih karena udah menyukai aku tanpa alasan khusus. Kalian selalu bilang suka suka aja, suka everything about me."
Ari Lasso, Maia Estianty, dan Bunga Citra Lestari (BCL) sangat mengagumi Lala. Bagi Maia, Lala sudah punya aura star (bintang) yang luar biasa. Ari Lasso memuji Lala karena tampil santai, rileks, tapi sangat provokatif. Lala punya kelebihan saat eksekusi di panggung dan memikat perhatian semua orang. Lala steal the show (paling mencuri perhatian) saat tampil nyanyi trio bersama Ghea dan Abdul, ujar BCL.
How to be amazing on stage (bagaimana tampil memukau di panggung), itu perjuangan setiap Idol, kata Lala. "Indonesian Idol buat aku adalah media untuk menggapai mimpi aku. Perjuangan ikut idol itu susah..susah untuk survive. Sebagai Idol harus mengerti bagaimana di depan publik, how to be amazing on stage, how to be professional."
Sayang seribu sayang, lagu Anne-Maria (Ciao Adios) itu ternyata jadi masalah besar karena Lala kesulitan berimprovisasi akibat koreografi yang full (nyanyi sambil gerak/menari). Lala tampil sangat keren dan terbukti berhasil memicu semua yuri bangun memberi standing ovation.
Ciao Adios, artinya selamat tinggal dalam bahasa italia (ciao) juga spanyol (adios), benar-benar menghentikan langkah Lala di ajang Indonesia Idol. Lala tentu kecewa, tapi Lala adalah sosok yang kuat dan konsisten berjuang. Dia hanya menangis sesaat kemudian senyum dan ingat lagi pada Ujian Nasional.
"Aku akan kembali lagi dengan aku yang lebih baik. Tetap memperjuangkan harapan semua orang terhadap aku. Untuk lovers, terima kasih karena udah menyukai aku tanpa alasan khusus. Kalian selalu bilang suka suka aja, suka everything about me."
Jumat, 15 Desember 2017
Wilfrid Yons Ebiet: Masih dimiskinkan, dibodohi, Rakyat perlu otonom pilih pemimpin
Kamis, 14 Desember 2017
Advokat Muda NTT Dukung Marianus Sae Maju Pilgub NTT
Sabtu, 09 Desember 2017
Simon Pati Weking: Calon PDIP Berpeluang Menangkan Pilgub NTT
DEPOK (NTT Darita) - Pengamat politik juga dosen ilmu komunikasi politik di Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Simon Pati Weking, tetap yakin warga NTT menanti calon gubernur NTT period 2018-2023 yang diusung PDI Perjuangan.
"Banyak pihak menilai PDI-P terkesan mengulur-ulur rekomendasi untuk pasangan calon di Pilgub NTT kali ini, tapi saya kira PDI-P perlu waktu untuk memastikan jika pilihan pasangan calon bisa menang," ujarnya saat diwawancara Redaksi NTT Darita kemarin (9/12).
Ada banyak figur kuat dari internal PDI-P, kata Simon, selain figur non partai yang ikut dalam proses fit and proper, tapi terpenting bagi PDI-P adalah pasangan yang ditetapkan adalah terbaik dalam aspek popularitas (dikenal masyarakat karena prestasi dan track record/rekam jejak), juga pasangan yang berproses secara baik (anti money politic).
PDI-P, menurut Simon yang mengaku hanya idola pada PDI-P sejak dulu kala, adalah partai besar di negri ini yang tidak gampang terpuruk oleh pemberitaan media, meski faktanya, masyarakat terpola dalam wacana.
Baginya, PDIP-P bisa menawarkan pemimpin untuk NTT yang responsif, tidak saja refleksif, dan banyak kader PDI-P telah terlatih untuk ini. Negri ini butuh pemimpin yang responsif, dan Jokowi (Presiden) adalah contoh pemimpin yang sudah terlatih, ujar Simon yang saat ini sedang menempuh program magister (S2) di Universitas Mercubuana Jakarta.
"Banyak pihak menilai PDI-P terkesan mengulur-ulur rekomendasi untuk pasangan calon di Pilgub NTT kali ini, tapi saya kira PDI-P perlu waktu untuk memastikan jika pilihan pasangan calon bisa menang," ujarnya saat diwawancara Redaksi NTT Darita kemarin (9/12).
Ada banyak figur kuat dari internal PDI-P, kata Simon, selain figur non partai yang ikut dalam proses fit and proper, tapi terpenting bagi PDI-P adalah pasangan yang ditetapkan adalah terbaik dalam aspek popularitas (dikenal masyarakat karena prestasi dan track record/rekam jejak), juga pasangan yang berproses secara baik (anti money politic).
PDI-P, menurut Simon yang mengaku hanya idola pada PDI-P sejak dulu kala, adalah partai besar di negri ini yang tidak gampang terpuruk oleh pemberitaan media, meski faktanya, masyarakat terpola dalam wacana.
Baginya, PDIP-P bisa menawarkan pemimpin untuk NTT yang responsif, tidak saja refleksif, dan banyak kader PDI-P telah terlatih untuk ini. Negri ini butuh pemimpin yang responsif, dan Jokowi (Presiden) adalah contoh pemimpin yang sudah terlatih, ujar Simon yang saat ini sedang menempuh program magister (S2) di Universitas Mercubuana Jakarta.
Sabtu, 02 Desember 2017
Aloysius Madja-Calon Gubernur: NTT, Propinsi Salah Urus
DEPOK (NTT Darita) - Publik NTT berharap pada pemimpin baru (gubernur-wakil gubernur) untuk mengubah stigma buruk NTT, bertahun-tahun menyandang predikat propinsi paling korup, kinerja birokrasi paling rendah, akibatnya jadi propinsi paling miskin di negri ini.
Rabu, 15 November 2017
Kanisius (itu) Kami
DEPOK (NTT Darita) - (kolese) Kanisius masih jadi trending topik minggu ini. Saya sudah dengar wawancara Najwa Sihab dan Ananda Sukarlan, juga sepenggal pidato Gubernur Anis Baswedan berikut pernyataannya.
Sepintas otak saya berpikir dan maklum bahwa Kanisius itu hebat, termasuk banyak sosok intelektual yang saya kenal dengan nama Kanisius, seperti kakak dan mentor saya, Kanisius Kami.
Selama di Jakarta, saya punya bos 3 orang bernama Kanisius. Paling lama bekerja dengan bos sebuah majalah pasar modal tertua (Uang & Efek), Kanisius Kami, sosok intelektual dan multi talented, kelahiran Nangaroro-Nagekeo, Flores.
Paling tidak ada 8 sikap menonjol yang dimiliki pria-pria bernama Kanisius; yakni komited (bertanggung jawab), amanah, naif (berpikir), iklas, suci, idealistik, untung, dan setia.
Secara pribadi, saya bersyukur punya bos bernama Kanisius, terutama Kanisius Kami karena dia juga mentorku. Dia mengajarkan saya untuk berpikir liar, mengajukan pertanyaan provokatif, tapi harus tekun menulis dengan tingkat refleksi yang tinggi.
Saya masih awam pengetahuan tentang (kolese) Kanisius, tapi kasus Ananda Sukarlan paling tidak membuatku tahu jika kita bisa saja alami autis berpikir. Terima kasih mentorku Kanisius Kami yang mengajarkan saya berpikir liar, bukan berpikir cara autis.
Sepintas otak saya berpikir dan maklum bahwa Kanisius itu hebat, termasuk banyak sosok intelektual yang saya kenal dengan nama Kanisius, seperti kakak dan mentor saya, Kanisius Kami.
Selama di Jakarta, saya punya bos 3 orang bernama Kanisius. Paling lama bekerja dengan bos sebuah majalah pasar modal tertua (Uang & Efek), Kanisius Kami, sosok intelektual dan multi talented, kelahiran Nangaroro-Nagekeo, Flores.
Paling tidak ada 8 sikap menonjol yang dimiliki pria-pria bernama Kanisius; yakni komited (bertanggung jawab), amanah, naif (berpikir), iklas, suci, idealistik, untung, dan setia.
Secara pribadi, saya bersyukur punya bos bernama Kanisius, terutama Kanisius Kami karena dia juga mentorku. Dia mengajarkan saya untuk berpikir liar, mengajukan pertanyaan provokatif, tapi harus tekun menulis dengan tingkat refleksi yang tinggi.
Saya masih awam pengetahuan tentang (kolese) Kanisius, tapi kasus Ananda Sukarlan paling tidak membuatku tahu jika kita bisa saja alami autis berpikir. Terima kasih mentorku Kanisius Kami yang mengajarkan saya berpikir liar, bukan berpikir cara autis.
Selasa, 14 November 2017
Suara Denting Piano Ananda Sukarlan Fals, Jangan Salahkan Kolese Kanisius
DEPOK (NTT Darita) - Topik tentang Ananda Sukarlan, pianis terkenal, dengan aksi walkout (keluar) saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi pidato, berikut pernyataan Ananda yang mendiskreditkan Anies Baswedan, menjadi viral di media sosial dua hari terakhir ini.
Ananda adalah satu dari lima tokoh yang mendapat penghargaan dari Kolese Kanisius, salah satu sekolah Katolik di ibukota Jakarta.
Sumber dari Kolese Kanisius mengatakan pihaknya sangat prihatin karena media membesar-besarkan berita terkait Ananda, padahal seluruh kegiatan "90 Tahun Kolese Kanisius" berjalan sangat rapi dan mengesankan.
"Yang hadir ribuan orang dan tidak benar berita soal aksi walkout itu. Sebenarnya, karena di luar ada pameran, segelintir undangan memang keluar masuk aula saat pak Gubernur sampaikan pidatonya," ujar sumber tadi kepada Redaksi NTT Darita malam ini.
Tahun 2017, Kolese Kanisius fokus pada kegiatan-kegiatan membangun dalam keragaman. Siswa-siswa Kolese Kanisius sudah lakukan kegiatan live-in (kunjungan) di beberapa daerah termasuk mengunjungi sekolah-sekolah pesantren.
"Kita tidak bisa salahkan pihak penyelenggara (Kolese Kanisius) karena telah memberi kesempatan bicara kepada Ananda. Publik semestinya memahami Ananda sebagai undangan, meski dia alumni sekolah elit itu. Ananda bicara atas nama pribadi, maka dia tentu siap menanggung sendiri risiko," ujar Fransikus Djoe, musisi NTT di Jakarta yang juga alumnus Universitas Indonesia (UI).
Ananda adalah satu dari lima tokoh yang mendapat penghargaan dari Kolese Kanisius, salah satu sekolah Katolik di ibukota Jakarta.
Sumber dari Kolese Kanisius mengatakan pihaknya sangat prihatin karena media membesar-besarkan berita terkait Ananda, padahal seluruh kegiatan "90 Tahun Kolese Kanisius" berjalan sangat rapi dan mengesankan.
"Yang hadir ribuan orang dan tidak benar berita soal aksi walkout itu. Sebenarnya, karena di luar ada pameran, segelintir undangan memang keluar masuk aula saat pak Gubernur sampaikan pidatonya," ujar sumber tadi kepada Redaksi NTT Darita malam ini.
Tahun 2017, Kolese Kanisius fokus pada kegiatan-kegiatan membangun dalam keragaman. Siswa-siswa Kolese Kanisius sudah lakukan kegiatan live-in (kunjungan) di beberapa daerah termasuk mengunjungi sekolah-sekolah pesantren.
"Kita tidak bisa salahkan pihak penyelenggara (Kolese Kanisius) karena telah memberi kesempatan bicara kepada Ananda. Publik semestinya memahami Ananda sebagai undangan, meski dia alumni sekolah elit itu. Ananda bicara atas nama pribadi, maka dia tentu siap menanggung sendiri risiko," ujar Fransikus Djoe, musisi NTT di Jakarta yang juga alumnus Universitas Indonesia (UI).
Senin, 13 November 2017
Vivick, Wanita Cantik dari NTT ini diburu karena narkoba
Minggu, 12 November 2017
Extravaganza Pernikahan Putri Jokowi, memalukan
Oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kelautan
Banyak acara pernikahan anak orang terpandang maupun anak presiden yang pernah saya hadiri. Pesta mereka jauh lebih extravaganza dibanding pernikahan Kahiyang-Bobby yang saya hadiri beberapa hari terakhir di Solo.
Banyak acara pernikahan anak orang terpandang maupun anak presiden yang pernah saya hadiri. Pesta mereka jauh lebih extravaganza dibanding pernikahan Kahiyang-Bobby yang saya hadiri beberapa hari terakhir di Solo.
Kamis, 09 November 2017
Foto lebih berbicara, ribuan kata (menikah itu politik)
DEPOK (NTT Darita) - Pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan Bobby Afif Nasution, putra mantan presiden direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, Erwin Saturion, pada Rabu (8/11) kemarin dihadiri tokoh-tokoh elit, dan bisa jadi momentum politik teranyar tahun ini antara kelompok yang mendukung dan menentang Jokowi.
Jumat, 20 Oktober 2017
Ignas Iryanto: Saya butuh dukungan dana publik NTT
DEPOK (NTT Darita)
Buat saudara saudara saya yang mendorong saya untuk kembali ke NTT dan ikut bekerja secara langsung menata NTT, saya infokan bahwa saya telah mengikuti fit and proper test di DPP PDIP dan mengikuti semua proses yang ada disana. Ini untuk menunjukkan juga bahwa saya tidak main main dengan hal ini dan secara serius ingin pulang sebagaimana didorong oleh teman teman semua.
Saya memang belum kembali ke daerah untuk bertemu langsung dengan teman teman dan saudara saudara semua, khususnya di desa desa kita. Saya punya alasan, hingga saat ini saya masih profesional yang bekerja dan tuntutan pekerjaan itu mengharuskan saya untuk juga turun ke desa desa di tempat lain. Turun ke desa dan bertemu dengan masyarakat, buat saya bukan dilakukan dalam konteks kampanye atau memperkenalkan diri agar dipilih. Cara dan metoda itu melekat dalam diri saya, mengalir dalam darah....ada alasan untuk itu.
Jika pun saya memaksa diri untuk turun, saya tidak tidak akan dapat menjangkau seluruh masyarakat di kampung kampung kita, pasti akan ada yang tidak dikunjungi. Hal lain yang sangat praktis, adalah bahwa hal tersebut jelas membutuhkan biaya yang sangat banyak. Saya ikut dalam proses ini, benar benar hanya didasari pada kegalauan ketika disodori pertanyaan: masak kamu gak bersedia pulang untuk bekerja bersama masyarakat kita namun bersedia masuk keluar hutan dan bekerja bersama masyarakat di daerah lain ? Itu pertanyaan yang sangat menohok. Jadilah saya ikut dalam proses ini, benar benar by accident..tidak terencana...bahkan tanpa persiapan.....
Buat saudara saudara saya yang mendorong saya untuk kembali ke NTT dan ikut bekerja secara langsung menata NTT, saya infokan bahwa saya telah mengikuti fit and proper test di DPP PDIP dan mengikuti semua proses yang ada disana. Ini untuk menunjukkan juga bahwa saya tidak main main dengan hal ini dan secara serius ingin pulang sebagaimana didorong oleh teman teman semua.
Saya memang belum kembali ke daerah untuk bertemu langsung dengan teman teman dan saudara saudara semua, khususnya di desa desa kita. Saya punya alasan, hingga saat ini saya masih profesional yang bekerja dan tuntutan pekerjaan itu mengharuskan saya untuk juga turun ke desa desa di tempat lain. Turun ke desa dan bertemu dengan masyarakat, buat saya bukan dilakukan dalam konteks kampanye atau memperkenalkan diri agar dipilih. Cara dan metoda itu melekat dalam diri saya, mengalir dalam darah....ada alasan untuk itu.
Jika pun saya memaksa diri untuk turun, saya tidak tidak akan dapat menjangkau seluruh masyarakat di kampung kampung kita, pasti akan ada yang tidak dikunjungi. Hal lain yang sangat praktis, adalah bahwa hal tersebut jelas membutuhkan biaya yang sangat banyak. Saya ikut dalam proses ini, benar benar hanya didasari pada kegalauan ketika disodori pertanyaan: masak kamu gak bersedia pulang untuk bekerja bersama masyarakat kita namun bersedia masuk keluar hutan dan bekerja bersama masyarakat di daerah lain ? Itu pertanyaan yang sangat menohok. Jadilah saya ikut dalam proses ini, benar benar by accident..tidak terencana...bahkan tanpa persiapan.....
Rabu, 16 Agustus 2017
SDM Terunggul, Profesi Polisi dan Tentara Diminati Generasi NTT
DEPOK (NTT Darita) - Filipus Randy Djogo, putra Nangaroro-Flores jadi salah satu anggota Paskibraka 2017, demikian tulis situs Indonesiasatu.co, media online nasional yang terkoneksi dengan beberapa elit di istana negara ini.
Randy, bersama Audriana Alma Carla Egor dari Manggarai-Flores, mewakili propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih dalam daftar 68 pelajar SMA menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara.
Anggota Paskibraka yang dikukuhkan kemarin (15/8) akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2017 besok di halaman Istana Merdeka. Randy berasal dari SMU Setiawan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Silvester Kua, ayah Randy, mengaku bangga karena putranya terpilih mewakili NTT sebagai anggota Paskibraka nasional tahun ini, setelah melalui proses seleksi dari tingkat kabupaten. Di Kupang, hanya enam orang yang masuk seleksi, dan Randy terpilih, menyisihkan peserta terbaik dari Sumba dan Alor.
Randy, bersama Audriana Alma Carla Egor dari Manggarai-Flores, mewakili propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih dalam daftar 68 pelajar SMA menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara.
Anggota Paskibraka yang dikukuhkan kemarin (15/8) akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2017 besok di halaman Istana Merdeka. Randy berasal dari SMU Setiawan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Silvester Kua, ayah Randy, mengaku bangga karena putranya terpilih mewakili NTT sebagai anggota Paskibraka nasional tahun ini, setelah melalui proses seleksi dari tingkat kabupaten. Di Kupang, hanya enam orang yang masuk seleksi, dan Randy terpilih, menyisihkan peserta terbaik dari Sumba dan Alor.
Langganan:
Postingan (Atom)












