JAKARTA (NTT Darita) - Dua pengacara muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Tobby Ndiwa, SH dan Bram Alaala, SH, menggugat pemilik koperasi Pandawa karena terbukti menipu sekitar 400 warga NTT puluhan miliar.
"Kami saat ini lakukan pendampingan laporan polisi bersama 49 orang korban investasi Pandawa Group di Polda Metro Jaya, DKI Jakarta," ujar Tobby Ndiwa kepada Redaksi NTT Darita hari ini.
Jumlah korban di NTT, menurut Tobby, sekitar 400 orang. Warga NTT yang jadi korban terutama domisili Jakarta, Bandung, Surabaya.
Banyak sumber mengatakan sebagian korban investasi Pandawa ini banyak terlilit hutang ke bank karena mereka meminjam uang dari bank untuk berinvestasi di Pandawa. Ada anggota yang titipkan dananya di koperasi Pandawa hingga Rp2 miliar.
Beruntung salah satu nasabah segera menarik kembali dananya sebesar Rp1,5 miliar saat pihak Pandawa menurunkan keutungan nasabah jadi 5%, dari semula 10%, setelah dipanggil OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Sebuah komunitas Masyarakat Anti Ponzi (MAP) menegaskan jika model investasi Pandawa itu mirip ponzi. Investasi Pandawa berkembang pesat sejak 2015. Bisnis mirip ponzi lainnya seperti PONZY COMPACT500, ILC, KOBAS, KupaKupi, A&B, d4F, DBS, koperasi langit biru, dan lainnya.
Rabu, 01 Maret 2017
Senin, 27 Februari 2017
Jokowi Tak Manja, Wanita Sexy itu menghadang
JAKARTA (NTT Darita) - Presiden Joko "Jokowi" Widodo disambut sangat antusias oleh sekitar 2500 warga Indonesia di Australia saat presiden lakukan kunjungan kerja (kunker) di pulau Kanguru itu.
Warga Indonesia di Australia, terutama kaum wanita dan ibu cantik, rela antri panjang saat hendak masuk aula untuk bertemu presiden paling dicinta, Jokowi. Beberapa ibu cantik berteriak "I love you pak Jokowi. Pak Jokowi the best".
Baru x Ini Pak Jokowi begitu bnxk pencinta terhadap beliau ter masuk aq ahhahaha love ?? u pakde, tulis Briegid Demetria Claudette, gadis cantik dan sexy asal Indonesia itu, di laman facebook.
Sementara satu ibu cantik dan sexy lainnya, tampak dalam foto, mencuri momen untuk berfoto sangat dekat dengan Jokowi. Ibu cantik itu seolah menghadang konsentrasi Jokowi dengan penampilan kostum lumayan terbuka.
Presiden Jokowi terlihat santai dan rileks, karena yakin ibu Iriana (istrinya/ibu negara) tidak cemburu. Jokowi tidak persoalkan jika warganya ingin foto lebih dekat atau berdiri akrab karena sang presiden sangat ingin warganya, terutama yang di luar negeri seperti Australia, segera kembali ke Indonesia.
Warga Indonesia di Australia, terutama kaum wanita dan ibu cantik, rela antri panjang saat hendak masuk aula untuk bertemu presiden paling dicinta, Jokowi. Beberapa ibu cantik berteriak "I love you pak Jokowi. Pak Jokowi the best".
Baru x Ini Pak Jokowi begitu bnxk pencinta terhadap beliau ter masuk aq ahhahaha love ?? u pakde, tulis Briegid Demetria Claudette, gadis cantik dan sexy asal Indonesia itu, di laman facebook.
Sementara satu ibu cantik dan sexy lainnya, tampak dalam foto, mencuri momen untuk berfoto sangat dekat dengan Jokowi. Ibu cantik itu seolah menghadang konsentrasi Jokowi dengan penampilan kostum lumayan terbuka.
Presiden Jokowi terlihat santai dan rileks, karena yakin ibu Iriana (istrinya/ibu negara) tidak cemburu. Jokowi tidak persoalkan jika warganya ingin foto lebih dekat atau berdiri akrab karena sang presiden sangat ingin warganya, terutama yang di luar negeri seperti Australia, segera kembali ke Indonesia.
Senin, 20 Februari 2017
Frans Dorelagu: Peluang Sangat Besar Ahok-Djarot Menang
JAKARTA (NTT Darita) - Pengamat politik Frans Dorelagu tetap yakin pasangan calon (Paslon) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memenangkan putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta meski sebagian besar publik Indonesia meragukannya.
Ada 2 faktor utama, kata Frans, menjadi kunci kemenangan Ahok-Djarot di putaran kedua yang akan digelar tanggal 19 April nanti. Pertama, pemilih mayoritas (Muslim) terbukti lebih banyak memilih Paslon 2 (Ahok-Djarot) di pemilihan putaran pertama, ditandai oleh kemenangan dengan angka 43%, dibanding Paslon 3 (Anis-Sandy) dengan jumlah suara 39% dan Agus-Sylvi 17%.
Hasil putaran pertama, kata Frans, membuktikan bahwa pemilih mayoritas adalah kelompok pemilih rasional karena lebih menekankan pada aspek program, kerja nyata, dan kualitas. Meski masih ada kelompok pemilih sosiologis yang cenderung melihat aspek kultur, etnis, dan agama, jumlah pemilih sosiologis ini tidak dominan.
Ada 2 faktor utama, kata Frans, menjadi kunci kemenangan Ahok-Djarot di putaran kedua yang akan digelar tanggal 19 April nanti. Pertama, pemilih mayoritas (Muslim) terbukti lebih banyak memilih Paslon 2 (Ahok-Djarot) di pemilihan putaran pertama, ditandai oleh kemenangan dengan angka 43%, dibanding Paslon 3 (Anis-Sandy) dengan jumlah suara 39% dan Agus-Sylvi 17%.
Hasil putaran pertama, kata Frans, membuktikan bahwa pemilih mayoritas adalah kelompok pemilih rasional karena lebih menekankan pada aspek program, kerja nyata, dan kualitas. Meski masih ada kelompok pemilih sosiologis yang cenderung melihat aspek kultur, etnis, dan agama, jumlah pemilih sosiologis ini tidak dominan.
Langganan:
Postingan (Atom)


