Sabtu, 18 Maret 2017

Thomas Dolaradho: Era Pemimpin Jujur Datang, Ahok (bisa) Menang

JAKARTA (NTT Darita) - Sebulan lagi, tepatnya 19 April bulan depan, putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta digelar.

Kedua pasangan calon (Paslon) sama-sama berpeluang menang (fifty fifty). Paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat bisa menang tapi butuh dukungan tambahan partai politik.

Sementara Paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno semakin mempesona ditengah sentimen primordial dan agama yang terus digaungkan ke ruang publik.

Saat ini, Ahok-Djarot didukung PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Sementara Anis-Sandy didukung Gerindra, PKS, dan PAN.

PKB dan PPP masih netral, sementara Demokrat sudah tegaskan tidak dukung Ahok juga Anis. Demokrat tidak bergairah karena calonnya Agus-Sylvi kalah telak di pemilihan putaran pertama.

Yang masih dicermati adalah apakah dukungan Tommy Soeharto (keluarga Cendana) akan positif untuk Anis-Sandy? Demikian juga dukungan FPI, organisasi Islam garis keras.

Tampaknya PPP dan PKB yang berbasis NU, organisasi Umat Islam terbesar di negri ini, enggan mendukung Anis-Sandy karena tak mau dinilai dukung FPI juga PKS. PAN dengan basis Muhammadiyah juga mendukung Anis-Sandy.

Rabu, 01 Maret 2017

400 Warga NTT Korban Bisnis Pandawa, Dua Pengacara NTT Gugat di Jakarta

JAKARTA (NTT Darita) - Dua pengacara muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Tobby Ndiwa, SH dan Bram Alaala, SH, menggugat pemilik koperasi Pandawa karena terbukti menipu sekitar 400 warga NTT puluhan miliar.

"Kami saat ini lakukan pendampingan laporan polisi bersama 49 orang korban investasi Pandawa Group di Polda Metro Jaya, DKI Jakarta," ujar Tobby Ndiwa kepada Redaksi NTT Darita hari ini.

Jumlah korban di NTT, menurut Tobby, sekitar 400 orang. Warga NTT yang jadi korban terutama domisili Jakarta, Bandung, Surabaya.

Banyak sumber mengatakan sebagian korban investasi Pandawa ini banyak terlilit hutang ke bank karena mereka meminjam uang dari bank untuk berinvestasi di Pandawa. Ada anggota yang titipkan dananya di koperasi Pandawa hingga Rp2 miliar.

Beruntung salah satu nasabah segera menarik kembali dananya sebesar Rp1,5 miliar saat pihak Pandawa menurunkan keutungan nasabah jadi 5%, dari semula 10%, setelah dipanggil OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Sebuah komunitas Masyarakat Anti Ponzi (MAP) menegaskan jika model investasi Pandawa itu mirip ponzi. Investasi Pandawa berkembang pesat sejak 2015. Bisnis mirip ponzi lainnya seperti PONZY COMPACT500, ILC, KOBAS, KupaKupi, A&B, d4F, DBS, koperasi langit biru, dan lainnya.

Senin, 27 Februari 2017

Jokowi Tak Manja, Wanita Sexy itu menghadang

JAKARTA (NTT Darita) - Presiden Joko "Jokowi" Widodo disambut sangat antusias oleh sekitar 2500 warga Indonesia di Australia saat presiden lakukan kunjungan kerja (kunker) di pulau Kanguru itu.

Warga Indonesia di Australia, terutama kaum wanita dan ibu cantik, rela antri panjang saat hendak masuk aula untuk bertemu presiden paling dicinta, Jokowi. Beberapa ibu cantik berteriak "I love you pak Jokowi. Pak Jokowi the best".

Baru x Ini Pak Jokowi begitu bnxk pencinta terhadap beliau ter masuk aq ahhahaha love ?? u pakde, tulis Briegid Demetria Claudette, gadis cantik dan sexy asal Indonesia itu, di laman facebook.

Sementara satu ibu cantik dan sexy lainnya, tampak dalam foto, mencuri momen untuk berfoto sangat dekat dengan Jokowi. Ibu cantik itu seolah menghadang konsentrasi Jokowi dengan penampilan kostum lumayan terbuka.

Presiden Jokowi terlihat santai dan rileks, karena yakin ibu Iriana (istrinya/ibu negara) tidak cemburu. Jokowi tidak persoalkan jika warganya ingin foto lebih dekat atau berdiri akrab karena sang presiden sangat ingin warganya, terutama yang di luar negeri seperti Australia, segera kembali ke Indonesia.